Hasil yang anak saya capai ini memang melalui perjalanan panjang sejak dia lahir (30 Des 1997). Sejak kecil kami berdua menanamkan pada dia untuk hanya mengambil satu bila di beri atau meminta sesuatu. Kami mengajari dengan penuh kasih pada dia cukup dengan 1 makanan di tangan atau 1 mainan atau apapun juga. Saya pernah di marahi oleh kakek dan neneknya krn mereka ingin memberi sebanyak mungkin segala hal utk cucu pertamanya. Tapi untungnya anak saya tetap kekeh mengambil satu walaupun tidak ada kami ortunya. Dampak baik dari ajaran yang kami terapkan adalah anak kami sangat senang berbagi apa saja yang dia punyai pada teman-temannya. Dan bersyukurnya kami anak saya juga mendapatkan teman-teman yang tidak suka merebut mainan. Mereka bermain dengan sangat akur dan sangat jarang saya mendengar mereka berebut mainan. Mungkin ini adalah karunia dari Allah SWT krn anak-anak terlahir dlm keadaan fitrah.Mulai umur 4 tahun ketika dia mulai masuk playgroup kami membiasakan dia untuk mengenal uang dengan cara membiarkannya jajan sendiri.
Ketika anak saya kelas 4 SD (2007), saya membaca buku "Melejitkan Kecerdasan Finansial Anak Anda" karangan David Owen. Saya memutuskan tdk memberi dia uang jajan harian dan menggantinya menjadi mingguan. Dalam minggu pertama uang jajannya habis dalam waktu 4 hari, krn masih latihan uang utk 3 hari saya ganti dgn jumlah lebih kecil. Dengan mengalami langsung betapa susahnya kalau tidak bisa mengatur uang pada minggu berikutnya uang jajannya cukup untuk 1 minggu tanpa ada sisa. Setelah berjalan sebulan dia sdh mulai bisa menyisihkan uang jajan dan menaruhnya di celengan. Hal ini berlangsung terus dan berlaku untuk uang yang di beri oleh kakek dan nenek atau saudara ketika lebaran tiba, ulang tahun atau lainnya. Untuk sementara dia menitipkan ke saya dan menghitung jumlah uang yang sudah terkumpul. Saya membiarkan dia beli apa saja yang dia mau dari uang yang dia kumpulkan. Pada pertengahan kelas 5 (2009) dia minta pada Bapaknya utk membukakan rekening tabungan di Bank. Bersama Bapak dia membuka tabungan junior di sebuah Bank swasta dekat rumah.
Setelah mempunyai rekening di Bank dia sangat senang dan bertambah rajin menabung. Terkadang dia pergi sendiri ke Bank untuk menabung. Terlebih setelah kelas 6 SD dia mulai belajar berjualan makanan kecil di Madrasah Diniyah dan di rumah juga dengan semangatnya membantu teman mencari barang bekas untuk di jual ke pengepul.
Setelah masuk SMP (2010) saya mulai memberi dia uang jajan bulanan. Saat ini dia tetap senang berjualan, tetapi terkendala oleh waktu krn jadwal sekolahnya fullday. Untuk sementara dia berjualan pulsa pada orangtuanya sambil mencari peluang bisnis lain.
Pada periode ini dia mulai tertarik pada investasi di reksadana karena melihat kami juga berinvestasi di reksadana. Sekarang dia mulai merubah tabungannya ke reksadana saham dengan cara top-up setiap 6 bulan. Saya berharap dia akan menjadi seorang yang mempunyai biro arsitek sendiri sesuai dengan bakatnya.